Recent Updates RSS Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • ranitarmidi 6:25 AM on March 22, 2011 Permalink | Reply  

    If you ever thought being doctor is better and more usefull than any other profession, let me tell you that it’s wrong. World needs a humble doctor who never brag about what he has done. No such profession is better than any other. The only thing that exists is people who do their job perfectly. Once you laugh at samebody’s job, you better be ready to be fooled at least once in your job.

     
  • ranitarmidi 10:41 PM on February 26, 2011 Permalink | Reply  

    Pernah mendengar pertanyaan ‘mana yang akan kamu lakukan lebih dahulu’? Jika ada bayi menangis, keran terbuka, telpon berdering, bel berbunyi, dan air mendidih, mana yang akan kamu lakukan lebih dahulu? Dulu pertanyaan itu terasa susah. Namun sekarang, walaupun masih tetap belum yakin menjawabnya, pertanyaan tersebut jauh lebih mudah daripada kenyataan yang ada di dunia. Bagaimana jika kegiatan-kegiatan berikut harus dilakukan di saat yang sama, yaitu pukul 13.00?

    1. Datang ke kegiatan organisasi dengan risiko tidak datang adalah dipertanyakan keseriusannya
    2, Menjalankan kegiatan yang telah direncanakan dengan kakak dengan risiko bila membatalkannya adalah menerima wajah/sikap tidak enak sepanjang hari
    3. Membaca tugas perkuliahan dengan risiko yang ditanggung adalah malu karena tidak paham ketika ditanya dosen

    Ketiga kegiatan di atas memiliki dimensi waktu yang lebih panjang daripada kegiatan-kegiatan di pertanyaan pertama. Jelas bahwa pertanyaan tersebut tidak pantas dipertanyakan karena sangat jauh dari kenyataan.

     
  • ranitarmidi 5:08 AM on February 24, 2011 Permalink | Reply
    Tags:   

    Belajarlah untuk tidak pernah tersinggung. Setiap kali perasaan tersinggung itu melanda, belajarlah mengendalikannya. Cari tahu lebih jauh, dimana kesalahan kalian sehingga kalian merasa tersinggung. Cari tahu dan simpan sendiri dan perbaiki sendiri kesalahan tersebut. Tidak perlu meminta maaf, karena maaf yang terlalu banyak membuat maaf tersebut tidak penting kembali. Perbaikilah kesalahan kalian, esok datangi kembali orang yang membuat kalian tersinggung. Pamerkanlah bahwa kalian telah mengubah diri kalian. Pamerkan sampai mereka juga berubah menjadi individu yang lebih baik.

     
  • ranitarmidi 7:39 PM on February 21, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Nasihat   

    Kontradiksi adalah suatu keadaan dimana muncul suatu hal yang bertentangan dengan hal-hal yang telah ada mendahuluinya.

    Kontradiksi dalam dunia matematika bukanlah hal yang rumit. Justru hal ini banyak membantu kita dalam menyelesaikan beberapa masalah. Namun dalam kehidupan, kontradiksi akan menjadi hal yang sangat rumit dan sulit untuk dihadapi.

    Suatu kontradiksi akan sering kita temui pada seseorang yang banyak bernasihat sepanjang hidupnya.Siapa orang di muka bumi ini yang belum pernah mengatakan “hidup harus jelas mau apa, jangan jadi abu-abu”? Tentu lebih dari satu orang di muka bumi ini pernah mengatakan hal tersebut. Kemudian besok/lusa mereka mendapati bahwa orang-orang yang mereka nasihati dengan kalimat itu menjadi orang yang keras dan kurang memiliki sisi manusiawi. Mereka akan bernasihat “hidup jangan 1-0, di antara 1 dan 0 kan ada tak hingga banyaknya bilangan yang bisa dipilih”. Bukankah telah ditemukan kontradiksi tersebut?

    Kalimat “jangan jadi abu-abu” seolah-olah secara tak langsung bermakna “jadilah hitam atau putih”. Namun, ketika kita telah memilih hitam atau putih tersebut, kita dinasihati untuk memilih suatu keadaan tengah lewat nasihat 1-0.

    Jadi, untuk yang merasa sering memberi nasihat, berhati-hatilah dalam berbicara. Jika tidak yakin sanggup berhati-hati, jadilah manusia yang menerima orang-orang di sekitar kita apa adanya. Kita terima mereka selayaknya mereka saat itu dan tetap menerima mereka apapun yang terjadi.

     
  • ranitarmidi 8:10 PM on February 20, 2011 Permalink | Reply
    Tags:   

    Realistis 

    Minggu lalu, seorang anak kecil menjawab, “Tidak boleh bilang susah karena nanti jadi susah.” Mungkinkah kita sama sekali tidak pernah berkata susah atas hal apapun?

    Setiap hal selalu memiliki minimal dua buah dampak. Jadi, tidak mungkin semua orang akan menjadi sosok yang tidak pernah berkata susah sepanjang hidupnya. Pertama, ada orang yang akan mati langkah ketika ia telah mengatakan betapa susahnya hal tersebut. Merekalah orang-orang yang tampil sopan dan tampak penuh kelembutan di luarnya. Tipe orang yang tidak pernah memompa dirinya melewati ambang batasnya sendiri. Merekalah orang-orang yang menyayangi dirinya dan menjaga agar dirinya tak terluka. Namun, ketika mereka terluka, inilah orang-orang yang sulit untuk diobati.

    Kedua, ada pula orang yang menjadi tertantang untuk menaklukan kesusahan yang ada di depan matanya. Kalaupun tidak menyelesaikannya, mereka tetap akan berkata akan menaklukannya. Inilah orang-orang yang mengambil jalan keras dalam hidupnya. Mereka menempa diri mereka sehingga terlihat betapa keras air mukanya. Pemaksaan demi pemaksaan mereka berikan kepada diri tanpa ada habisnya. Kepada merekalah kita bisa berpegangan. Namun, jangan kalian kaget bila suatu hari kita dapati mereka pergi meninggalkan kita untuk mencari tantangan lebih.

    Beberapa tahun yang lalu, seorang teman berkata, “Kalau mendidik anak jangan terlalu sering berkata jangan.” Apa yang sesungguhnya akan terjadi ketika seorang manusia sering mendengar kata jangan?

    Pertama, akan tumbuh manusia pasif yang tidak berbuat apapun. Mereka tidak akan berbuat kejahatan selama mereka ada di tangan yang baik. Mereka akan menjadi pelaku utama kejahatan ketika berada di tangan yang jahat. Merekalah yang akan membuat peraturan di dunia berjalan. Merekalah agen-agen terbaik untuk dijadikan contoh manusia ideal.

    Kedua, tumbuh manusia yang panjang akal namun licik. Ketika ia dilarang berbuat nakal, ia akan berbuat super nakal. Semakin banyak larangan, maka menjadi semakin liar. Namun, karena merekalah dunia akan memiliki hal baru setiap saatnya. Hal-hal yang kaya akan trik-trik akan lahir dari mereka.

    Inti dari ini semua, jadilah orang yang realistis. Tidak ada sikap yang baik tidak ada sikap yang buruk. Semua sosok menjadi saling melengkapi jika setiap pribadi mengenali seperti apa dirinya. Si Mati Langkah akan bangkit dengan bantuan Si Penantang. Begitupun sebaliknya, Si Penantang akan tetap tinggal bersama kita selama ia tahu bahwa ada Si Mati Langkah yang membutuhkannya. Si Pasif akan bergerak menikuk jika ia miminta petunjuk dari Si Panjang Akal. Kemudian Si Panjang Akal tidak akan menjadi liar luar biasa bila ada Si Pasif yang menasihati “somebody has to stop”.

     
  • ranitarmidi 8:03 PM on February 19, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Yes Man   

    Seorang ‘Yes Man’ adalah orang yang akan selalu berkata iya. Ia telah mengamati bahwa peluang seseorang ingat bahwa ia berkata iya adalah kecil. Sehingga bukan suatu masalah jika suatu hari iya tersebut tidak terlaksana. Itu bukan dampak terbesar dari keberadaan seorang ‘Yes Man’ di muka bumi ini. Dampak terbesarnya adalah mereka tidak mendewasakan masyarakat.

    Mereka membiarkan orang-orang di sekitar mereka mendengar kata iya atas sesuatu yang mungkin seharusnya tidak di-iya-kan. Mereka telah membiarkan setiap orang berpikir dirinya benar sehingga tidak ada orang terdorong untuk memperbaiki sikap. Mereka telah memanjakan masyarakat ini, namun mereka pula lah yang membuat masyarakat ini ceria.

    Apakah dunia perlu seorang ‘Yes Man’? Iya, dunia perlu agar ada sedikit keceriaan di muka bumi ini. Apakah dunia perlu tambahan ‘Yes Man’ lagi? Tidak, dunia tidak perlu. Tuntunlah dunia ini untuk mendewasa. Bimbinglah dunia ini untuk menerima penolakan. Jadikanlah dunia ini dunia apa adanya.

     
c
compose new post
j
next post/next comment
k
previous post/previous comment
r
reply
e
edit
o
show/hide comments
t
go to top
l
go to login
h
show/hide help
shift + esc
cancel
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.